Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

Mitos Tentang Mengemudi di Jalan Tol

Mitos Tentang Mengemudi di Jalan Tol
tol1.jpg (250×235)

Main. Mendengar berita tentang 2 kecelakaan beruntun di Tol Cipularang yang merenggut 6 nyawa manusia membuat hati terasa sakit. Apalagi kejadian ini ditanggapi dengan tidak logis. Selama ini terlalu banyak hal simpang siur yang kita percayai turun temurun begitu saja tanpa mengecek kebenarannya. Hasilnya? Kita lebih mempercayai mitos daripada fakta, bahkan kita sudah tidak bisa membedakan lagi mana mitos dan mana fakta. 

Sebagai seorang trainer, tentunya saya harus menyampaikan sesuatu berdasarkan fakta. Dan kali ini, mengacu pada materi keselamatan berkendara dari Jakarta Defensive Driving Clinic (JDDC), saya akan membantu meluruskan mitos-mitos tersebut. JDDC sendiri adalah operator pelatihan keselamatan berkendara pertama dan satu-satunya di Indonesia. Berbekal itu, Alhamdulillah sampai saat ini saya sering pulang-pergi ke Bandung dengan tetap sehat wal afiat.

Berikut mitos-mitos terkait mengemudi di jalan tol disertai fakta yang akan meluruskannya:

1. Jalan tol adalah jalan bebas hambatan, pengemudi dapat melaju dengan aman
MITOS! Faktanya:
Di jalan tol Cipularang terdapat banyak rintangan, diantaranya: tikungan, tanjakan dan turunan dengan derajat ketajaman bervariasi hingga tingkat ekstrim, lintasan melengkung yang kadang tergenang air dan dorongan angin samping saat tiba di celah-celah bukit.

2. Ukuran tinggi dan besar kendaraan tidak mempengaruhi cara kita mengemudi
MITOS! Faktanya:
Semakin tinggi bentuk kendaraan maka semakin tidak stabil saat kecepatan tinggi. Semakin besar bentuk kendaraan akan mempengaruhi momentum inersia kendaraan tersebut, sehingga jarak pengereman pun semakin panjang! Haluan/ Radius putarnya pun semakin besar. Berat kendaraan juga mempengaruhi gaya melebar/ menyamping saat menikung.

3. Jarak pengereman tidak dipengaruhi bentuk dan berat kendaraan tapi ditentukan sistem pengereman kendaraan itu sendiri.
MITOS! Faktanya:
Jarak pengereman ditentukan beberapa faktor, yaitu: kondisi fisik dan perilaku pengemudi, kondisi, bobot dan kecepatan kendaraan, kondisi lintasan dan cuaca.

4. Mayoritas penyebab ban pecah di jalan tol akibat tekanan angin berlebih (over pressure)
MITOS! Faktanya:
Over pressure tidak membuat ban mudah pecah namun mempengaruhi kemampuan traksi ban terhadap permukaan jalan. Pressure yang kurang dari rekomendasi pabrik juga dapat membuat bahan pada side wall/ dinding ban mengalami keletihan/ fatigue berat akibat terlalu intensnya elasitas ban menerima beban.

5. Mengemudi pada lintasan menurun dengan kecepatan tinggi tidak berbeda dengan permukaan/ lintasan datar
MITOS! Faktanya:
Kecepatan tinggi saat lintasan menurun beresiko tinggi kecelakaan! Terjadi perubahan inti gravitasi dan distribusi bobot, handling kendaraan menjadi sangat sensitif. Saat kendaraan bergerak tidak sesuai keinginan pengemudi, respons terlalu spontan tanpa sempat berpikir menggunakan logika. Inilah awal petaka!

6. Karena lancar dan tidak padat, resiko kecelakaan di jalan tol lebih rendah
MITOS! Faktanya:
Resiko kecelakaan justru lebih massif dan dahsyat! Pengemudi cenderung mengebut dengan kecepatan tinggi, sehingga momentum yang dihasilkan jauh lebih besar dan sulit dikendalikan.

7. Dibandingkan jalan biasa, mengemudi di jalan tol tidak perlu konsentrasi tinggi
MITOS! Faktanya:
Secara umum, jalan tol itu lebar, lancar, cepat dan monoton dengan resiko kecelakaan tinggi sehingga justru memerlukan konsentrasi lebih tinggi. Kenapa? Karena situasi tersebut membuat fisik cepat letih, kewaspadaan menurun dan adrenalin tinggi untuk memacu kendaraan semakin cepat dan cepat.

8. Kecepatan kendaraan tidak mempengaruhi kestabilan kendaraan
MITOS! Faktanya:
Setiap pergerakan kendaraan akan menimbulkan momentum dan gaya sentrifugal! Semakin cepat maka semakin besar momentum dan gaya sentrifugalnya, sehingga mengurangi kestabilan kendaraan dan menjadi liar (selip, understeeroversteer, dll)

9. Saat ada masalah, tindakan pertama adalah pengereman
MITOS! Faktanya:
Menghadapi masalah (selip, pecah ban, menghindari kendaraan lain) harus diawali proses analisa logika diikuti keputusan dan tindakan yang cepat dan tepat. Pengereman bukan selalu solusi, bila dilakukan di saat  dan tempat yang keliru akan menimbulkan masalah baru.

10. Tidak ada perbedaan mengemudi baik dengan kecepatan tinggi maupun rendah di lintasan menikung
MITOS! Faktanya:
Prinsipnya, ketika kendaraan melaju dengan kencang, kestabilannya berkurang, cenderung sensitif, sulit dikendalikan. Kurangi kecepatan sejak lintasan lurus/ sebelum mengubah arah kemudi, buat lintasan menikung selebar mungkin (tight in tight out), jangan melambat saat di tikungan dan pertahankan kecepatannya.

11. Bila letih maka kunyah permen, merokok, minum kopi, minuman berenergi atau suplemen, mengobrol dengan penumpang dan atau membuka kaca agar terkena angin
MITOS! Faktanya:
Keletihan berat (Automatic Behavior Syndrom) diakibatkan antaranya oleh akumulasi kurang tidur, bekerja berlebihan dan sakit. Pada kondisi ini, kemampuan interpretasi akan menurun, logika memburuk dan kontrol tubuh berkurang. Cara-cara tersebut diatas takkan membantu banyak. Apalagi bila minum kopi dan minuman berenergi karena justru akan membuat stamina semakin melorot dan mendorong sering buang air kecil. Berhentilah! Rehat, tidur beberapa saat akan membantu mengembalikan kebugaran. Tapi, rehat yang terbaik adalah tidur pulas.

12. Perjalanan malam lebih aman karena sepi dan lampu mobil terang 
MITOS! Faktanya
Sesuai jam biologis tubuh manusia/ Circadian Rhythm, malam diciptakan untuk rehat dan tidur bagi manusia. Seterang-terangnya lampu penerangan jalan raya (PJR) dan lampu kendaraan, tetap lebih terang matahari. Lagipula, kondisi dan situasi yang sepi memicu pemakai kendaraan terlena dan tidak waspada.

13. Mengemudi dengan kecepatan rendah jauh lebih aman daripada kecepatan tinggi
MITOS! Faktanya:
Bahaya! Kecepatan kendaraan justru harus disesuaikan dengan kondisi jalan di depan kita, perbedaan kecepatan yang cukup signifikan tidak disarankan! Jika terlalu pelan, akan membahayakan diri sendiri dan pemakai jalan lain yang berkecepatan tinggi. Bila terlalu tinggi, kendaraan akan sulit dikendalikan.

Nah, itulah 13 mitos yang selama ini dipercaya sebagai fakta oleh kita semua. Padahal kenyataannya sangat jauh dari kebenaran. Mudah-mudahan dengan adanya artikel ini dapat mengurangi tingkat kecelakaan di jalan tol dan membuat kita semua semakin waspada. Safety First!

Senin, 28 November 2011

Mitos Tentang Pengaruh Sinar Matahari Pada Tubuh Kita

Untuk masyarakat yang tinggal di daerah tropis kaya di Indonesia, berjemur merupakan hal yang tidak lazim. Yang berjemur paling-paling cuma anak bayi sama orang yang lagi sakit tulang, itupun matahari pagi. Jangan harap cewek-cewek Indonesia mau berjemur di siang bolong. Pemandangan jemur-menjemur kaya ikan asin itu paling cuma bisa kita liat di Pulau Dewata, soalnya banyak bule disitu eek atau paling deket ya di kolam renang.

Tetapi sayangnya, mau tidak mau kita juga harus berhadapan dengan paparan sinar matahari setiap harinya, kaya ke kampus naik angkot atau kerja lapangan. Nah, ternyata banyak mitos keliru tentang berjemur yang masih sering kita lakukan. Bukannya dapet sehatnya, malah dapet penyakit. Sebelum kena efek negatifnya, mending cekidot dulu deh.

Seperti dilansir dari Foxnews, Selasa (1/6/2010), berikut 7 mitos tentang berjemur di bawah sinar matahari:


1. Mitos, sering berjemur sinar matahari maka asupan vitamin D semakin banyak

Memang benar bahwa matahari memasok tubuh dengan vitamin D, tapi tidak dengan cara sering berjemur lantas vitamin D semakin banyak. Paparan ultraviolet berlebih justru berbahaya bagi tubuh.

Vitamin sinar matahari terbukti dapat memperbaiki jantung, tulang bahkan membantu mencegah kanker jenis tertentu. Namun, para pakar mengatakan bahwa paparan sinar matahari yang sehat hanya sekitar 2 sampai 10 menit sehari. Jumlah ini sudah cukup untuk memenuhi asupan vitamin dalam tubuh.

2. Mitos, berjemur dalam tanning bed (tabung UV) lebih aman

Peneliti mengatakan bahwa jumlah radiasi dari tabung UV (indoor taning) sama dan bahkan kadang lebih tinggi ketimbang radiasi dari sinar matahari alami.

Sinar matahari alami mengandung sinar UVA dan UVB. Dan tabung UV diklaim lebih aman karena hanya menghasilkan sinar UVB, padahal kedua jenis sinar UV tersebut sama-samam dapat menyebabkan melanoma (kanker kulit).

3. Mitos, di dalam air tidak menyebabkan kulit terbakar

Air tidak dapat melindungi kulit dari sengatan matahari. Refleksi cahaya di dalam air justru dapat meningkatkan paparan UV pada kulit.

4. Mitos, menggunakan make up dengan SPF (Sun Protection Factor) sudah cukup aman

Lapisan tipis SPF pada wajah tidak cukup untuk melindungi kulit ketika harus menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.

Skin Cancer Foundation menyarankan orang untuk menggunakan pelembab tabir surya yang mengandung spektrum yang lebih luas sebelum menggunakan make up, bahkan jika make up di klaim mengandung SPF sekalipun.

Tabir surya yang berspektrum luas mengandung tabir untuk UVA dan UVB, dan sekurang-kurangnya SPF bernilai 15.


5. Mitos, orang berkulit gelap aman dari bahaya matahari dan kanker kulit

Kulit yang berwarna coklat atau gelap memang mengandung lebih banyak melanin, yaitu pigmen kulit yang lebih baik melindungi kulit dari bahaya UV. Tapi hal ini bukan berarti orang berkulit gelap 100 persen aman dari serangan kanker kulit.

6. Mitos, kulit menjadi coklat dapat melindungi kulit dari bahaya sinar matahari

Ini mungkin salah satu mitos yang paling umum dari semuanya. Kulit yang berubah coklat tidak akan melindungi kulit dari bahaya matahari, ini sebenarnya adalah reaksi kulit terhadap kerusakan terhadap sinar matahari.

Setiap kali orang berjemur untuk membuat kulit lebih coklat, maka kerusakan akan terakumulasi dan mempercepat proses penuaan. Satu-satunya cara untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari adalah tabir surya dan pakaian pelindung.

7. Mitos, jika menggunakan tabir surya sebelum keluar rumah, maka ini dapat melindungi kulit seharian

Masalah umum tabir surya adalah dapat memberikan rasa aman yang palsu. Menggunakan tabir surya sekali bukan berarti dapat melindungi kulit Anda sepanjang hari.

Tabir surya perlu digunakan atau dioleskan setidaknya dua jam sekali, dan lebih sering lagi bila Anda sedang berkeringat atau berenang. Pastikan menggunakannya dengan marata, atau akan membuat kulit belang.

sumber

Sabtu, 12 November 2011

5 Mitos Tentang Batu Mulia

Batu mulia seperti permata, rubi, atau opal memang bisa membuat penampilan pemakainya memukau. Beberapa di antaranya bahkan diyakini membawa keberuntungan bagi pemakainya. Tapi, ada juga yang disebut membawa sial.


Banyak sekali mitos yang beredar tentang batu mulia. Untuk itu ketahui fakta di balik mitos seputar batu mulia.







1. Mitos : Berlian adalah batu mulia termahal
Fakta : Para ahli batu mulia masih memperdebatkannya. Beberapa di antaranya percaya bahwa zamrud adalah batu mulia yang paling mahal. Sedangkan ada juga yang menganggap batu alexandrite yang paling mahal. Faktanya, berlian biru 6,04 karat yang pernah dilelang di Sotheby, Hong Kong, harganya mencapai US$ 7,98 juta, atau setara dengan Rp 73,9 miliar. Berlian tersebut merupakan berlian termahal di kelasnya.

2. Mitos : Opal membawa kesialan
Fakta : Pada awal ditemukan, ribuan tahun lalu batu opal dianggap membawa keberuntungan. Bangsa Romawi menjadikan batu opal sebagai kombinasi dari berbagai keindahan batu berharga. Sepanjang sejarah Romawi, kaisar memberikan istri mereka batu opal untuk keberuntungan. Seiring dengan waktu, opal terutama opal hitam dijadikan jimat terkait dengan sihir, pemicu wabah, bencana dan kemalangan. Tetapi, zaman modern tidak lagi menganggap takhayul semmacam itu. Opal hitam dianggap batu langka dan mahal.

3. Mitos : Berlian tidak dapat dihancurkan
Fakta : Hanya berlian yang bisa menggores atau merusak berlian. Tetapi tetap saja berlian bisa rusak jika tidak disimpan dengan tepat.

4. Mitos : Mutiara larut dalam cuka
Fakta : Menurut legenda, Cleopatra melarutkan beberapa mutiara yang sangat berharga dalam cuka dan meminumnya untuk membuktikan kepada Marc Anthony bahwa ia minum minuman termahal sepanjang masa. Menurut ilmu pengetahuan modern, kalsium karbonat dalam mutiara dapat larut dalam cuka, tapi seberapa cepat tergantung pada seberapa besar adalah mutiara.

5. Mitos : Berlian dihargai berdasarkan warna
Fakta : Meskipun berlian warna biru memiliki harga yang lebih mahal, tetapi warna bukan menjadi penentu utama harga berlian. Hal yang juga menjadi pertimbangan harga berlian adalah potongan, clarity dan berat karat.
sumber

Kamis, 10 November 2011

7 Fakta dan Mitos Tentang Minuman

Setelah minum minuman beralkohol, orang akan merasakan mabuk dan tidak sadarkan diri. Sebagian orang bahkan merasakan sakit pasca mabuk. Berikut 7 Fakta Dan Mitos Seputar Mabuk, yaitu :

1. Mitos : Mabuk Bukanlah Masalah Yang Besar. Fakta : Mabuk adalah reaksi tubuh akibat diracuni alkohol terlalu banyak. Orang yang minum alkohol secara berlebihan akan mengalami gangguan sistem saraf pusat. Ini bukanlah hal yang sepele, karena dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual dan dehidrasi. Selain itu, setelah efek alkolol hilang akan timbul sakit kepala berat, kelelahan, mulut baal, perut kram dan sistem kekebalan tubuh melemah.

2. Mitos : Mabuk 'buta' gender. Fakta : adalah dengan minuman yang sama, wanita lebih mungkin memberikan dampak negatif alkohol ketimbang pria. Hal ini karena pria memiliki kandungan air yang lebih banyak di tubuhnya ketimbang wanita, yang dapat membantu mengencerkan alkohol yang diminumnya. Sedangkan pada wanita, dalam jumlah yang sama, alkohol lebih banyak terbentuk dalam aliran darah.


3. Mitos : Mabuk hanya terjadi jika minum banyak alkohol. Fakta : Memang benar minum banyak alkohol dapat menyebabkan mabuk, tapi itu juga tergantung pada komposisi tubuh. Pada sebagian orang, hanya minum segelas alkohol saja sudah bisa memicu sakit kepala dan gejala mabuk lainnya.

4. Mitos: Wine (minuman anggur) adalah alkohol yang paling ringan. Fakta :Anggur merah mengandung tanin, yaitu senyawa yang dikenal sebagai pemicu sakit kepala pada beberapa orang. Minuman seperti wiski juga cenderung menyebabkan mabuk yang lebih parah. Wine bahkan lebih keras daripada vodka dan gin.

5. Mitos : Diet koktail merupakan taruhan yang aman. Fakta : Diet minuman mungkin dapat membantu jika Anda ingin mengurangi kalori, tetapi tidak akan membantu untuk menghindari mabuk. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan, jus buah atau cairan yang mengandung gula dapat mengurangi intensitas minum minuman beralkohol.

6. Mitos : Makan sebelum tidur dapat mengurangi efek mabuk. Fakta : Ini merupakan satu dari 2 anggapan yang salah. Pertama, makan sebelum tidur (setelah minum alkohol) tidak akan membantu mengurangi efek mabuk. Kedua, meskipun makanan dapat memperlambat penyerapan alkohol tubuh, tapi makan sebelum tidur justru malah memperburuk keadaan tubuh Anda.

7. Mitos : Alkohol membantu Anda untuk tidur lebih baik. Fakta : Bukannya membantu untuk tidur lebih baik, alkohol malah dapat mengganggu tidur. Pada awalnya, alkohol mungkin dapat membantu orang tertidur lebih cepat, tapi alkohol membuat tubuh tidak bisa mencapai siklus tidur REM (tidur dalam) dan membuat orang bangun lebih cepat karena dampak sakit pasca mabuk.



sumber

Selasa, 01 November 2011

Fakta dan Mitos Seputar Es Krim

sukague.com


Banyak perempuan yg ogah makan es krim karena takut gemuk. Padahal dari berbagai mitos yg negatif, banyak sekali manfaat es krim.


Komposisi es krim yg mengandung energi, protein dan lemak jenuh selalu menjadi tudingan yg menyebabkan biang keladi kegemukan. Padahal komposisi energi pada es krim hanya sekitar 10 persen saja dari total kebutuhan lemak setiap harinya

sekitar 15 persen. Jadi jumlah tersebut masih terlalu kecil bila disangka sebagai penyebab kegemukan Anda.


Es krim termasuk kelompok hidangan beku yg memiliki tekstur semipadat dan memiliki nilai gizi tinggi. Bahan-bahan yg digunakan dalam pembuatan es krim, antara lain lemak susu, padatan susu tanpa lemak (skim), krim, gula pasir, bahan penstabil, pengemulsi, dan pencita rasa. Sedikitnya 100 gram es krim yg berbahan susu memiliki 110-130 kalori dgn kandungan protein 2,5-3 gram.


Keliru bila Anda mengatakan es krim adalah penyebab batuk dan pilek. Lelehan es krim yg masuk ke dalam mulut diakibatkan oleh pengaruh suhu tubuh. Oleh karena itu saat es krim masuk ke dalam kerongkongan suhunya pun sudah tidak dingin.


Satu lagi Angapan Bahwa Cokelat penyebab utama kerusakan pada gigi (karies).

Kerusakan gigi pada umumnya akibat sisa-sisa makanan yg tidak dibersihkan. Untuk menghindarinya, biasakan menggosok gigi segera setelah mengonsumsi cokelat.


Larangan memakan es krim saat sakit juga merupakan anggapan yg salah. Pada saat sakit tubuh kita membutuhkan banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi. Es krim yg mengandung banyak air sangat berguna sebagai penyedia cairan tubuh.

Yg tidak boleh adalah, orang sakit yg menderita radang ternggorokan, asma dan amandel, karena dgn suhu tinggi dapat membuat penyakit tersebut kambuh.


Bahan dasar es krim adalah susu. Di dalam susu terdapat banyak vitamin-vitamin yg baik untuk kesehatan yaitu A, C dan D. Tak hanya itu saja kandungan kalsium yg ada pada es krim juga bermanfaat untuk tulang kuat dan pencegahan osteoporosis. Jadi kata siapa es krim hanya membuat gemuk?


Manfaat Es Krim Bagi Kesehatan


1. Menjaga kesehatan jantung.


Mengonsumsi makanan yg kaya akan flavonoid berhubungan erat dgn rendahnya angka kematian yg disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Diduga, kandungan flavonoid pada cokelat justru menjaga kesehatan jantung karena menghambat oksidasi LDL. Flavonoid pada cokelat juga berperan sebagai antioksidan yg dapat mencegah penuaan dini.


2. Merangsang sistem kekebalan tubuh.

Dgn memproduksi lebih banyak sitokin (protein yg diproduksi sebagai bagian dari sistem imun tubuh), maka cokelat bermanfaat dalam merangsang sistem kekebalan tubuh.

3. Menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Berdasarkan penelitian Institute of Community Medicine, Universitas Tromso, Norwegia, dalam International Journal of Cancer, mengonsumsi 3 gelas atau lebih susu setiap hari dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara pada wanita pramenopause.


sumber: http://www.sukague.com/2011/11/fakta-dan-mitos-seputar-es-krim.html