Minggu, 23 September 2012

Obat Disfungsi Ereksi yang Bekerja Cepat dalam 15 Menit



Selama ini hanya Viagra yang dikenal sebagai obat untuk mengatasi disfungsi ereksi. Namun kini Viagra punya saingan baru. Obat ini bernama Stendra (Avanafil) dan baru saja disetujui FDA.

Meskipun Stendra belum diuji melawan Viagra atau yang biasa dikenal sebagai 'Little Blue Pill' tersebut, produsen menyatakan bahwa bagi beberapa pria, obat ini bisa bekerja lebih cepat.

"Setelah pemanasan, teorinya Anda bisa meningkatkan fungsi seksual 15 menit lebih awal dengan obat ini," ujar Dr. Irwin Goldstein, direktur kedokteran seksual di Alvarado Hospital, San Diego dan salah satu penulis studi tentang Stendra dalam Journal of Sexual Medicine seperti dikutip dari CNN.

Orang berargumen ini adalah obat pertama yang potensial untuk mengatasi disfungsi ereksi. Permintaan terhadap obat ini pun bisa jadi sangat tinggi, terutama bagi pria yang mengalami disfungsi ereksi dan tak merespon obat seperti Viagra, Cialis dan Levitra .

Goldstein yang telah terlibat di lebih dari 300 studi tentang disfungsi seksual mengatakan bahwa data awal menunjukkan Stendra bisa bekerja lebih cepat daripada obat disfungsi ereksi lainnya namun hal itu harus dibuktikan pada populasi yang lebih besar.

Goldstein dan timnya telah mempelajari 1.267 pria yang mengonsumsi 50, 100 atau 200 mg dosis Stendra atau plasebo sekitar 30 menit sebelum berhubungan seksual.

Kemudian partisipan mengisi kuesioner yang mengindikasikan, misalnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum partisipan melakukan hubungan seks atau terangsang.

"Bagi beberapa pria obat ini bisa bekerja dalam 15 menit, namun bagi beberapa pria lain waktunya bisa lebih lama," kata Goldstein.

Namun bukan berarti para pria seharusnya meninggalkan Viagra atau obat disfungsi ereksi populer lainnya untuk menggunakan Stendra.

"Tak ada obat yang bisa dikatakan terbaik untuk mengatasi hal ini," ungkap Dr. Laurence Levine, profesor di departemen urologi di Rush University Medical Center, Chicago yang tidak terlibat dalam studi tentang Stendra.

Chemistry setiap pasien dengan satu obat bisa membuat obat tersebut tampak lebih baik dari lainnya. Ada keuntungan dan kerugian tersendiri pada obat-obatan ini.

"Hanya saja Stendra merupakan alternatif obat yang bisa dibilang cukup efektif dan aman," kata Levine.

Menurut studi ini, memang ada sejumlah kecil pasien yang mengalami efek samping setelah menggunakan Stendra seperti sakit kepala, kulit memerah, hidung tersumbat dan nyeri punggung.

Selain itu, FDA juga mewanti-wanti efek samping yang jarang terjadi seperti kehilangan penglihatan atau pendengaran.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar