Kamis, 27 Oktober 2011

Iklan Rokok di Bandara Soekarno Hatta Jadi Citra Negatif


Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menyatakan prihatin terhadap maraknya iklan rokok di Bandar Udara Soekarno Hatta yang dinilainya dapat menjadi citra negatif bagi Indonesia.


Tulus menuturkan, saat ini hampir di seluruh dunia iklan rokok dilarang total, termasuk di negara-negara ASEAN. Dikatakan Tulus, masih banyaknya iklan rokok di Indonesia membuat banyak koleganya di luar negeri mempertanyakan hal tersebut.

"Agar citra Indonesia di mata dunia menjadi positif kembali, kami minta kepada PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara untuk mengurangi iklan rokok, dan kalau perlu ditiadakan," ujar Tulus, Rabu (26/10/2011).
Menurut Tulus, Bandara Soekarno Hatta merupakan gerbang utama masuknya warga negara asing ke Indonesia, sehingga bila masih banyak iklan rokok, akan berdampak citra yang sangat negatif bagi Indonesia.
Sebelumnya YLKI juga telah mengumumkan survei mengenai penerapan Pergub Kawasan Dilarang Merokok (KDM) di Jakarta.

Dari hasil survei tersebut, masih banyak kawasan KDM yang dilanggar dan tidak mematuhi ketentuan dalam Pergub. YLKI juga meminta Pemprov DKI agar lebih tegas menerapkan kebijakan KDM di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar