Minggu, 18 November 2012

7 Alasan Mengapa Wanita Enggan Menikah

Pernikahan atau adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.

Pengesahan secara hukum suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan pernikahan ditanda-tangani. Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami dan istri dalam ikatan perkawinan.

Di zaman sekarang ini, tidak sedikit dari wanita yang memutuskan untuk hidup sendiri atau minimal menunda pernikahan hingga lewat diatas usia 30 tahun. Ini tidak lepas dari semakin banyaknya wanita yang hidup mandiri karena ditunjang karir yang sukses.

Cina misalnya, disana hampir 80 persen wanita memilih hidup sendiri. Alasannya sangat sederhana, karena posisi dalam karir mereka cukup baik sehingga secara  finasial mereka sudah mapan, jadi tidak perlu mengandalkan orang lain.

Secara umum, wanita yang sukses di karir  berpikir bahwa pernikahan dapat menghambat jenjang kariernya. Setelah menikah, wanita terpaksa harus melepaskan waktu yang selama ini ia didedikasikan untuk pekerjaannya.

Dalam pernikahan, dia merasa dipaksa untuk menghabiskan waktu lebih banyak untuk pasangannya. Jika calon suami memaksa untuk menikahi wanita yang masih memiliki ambisi dalam karier, maka pernikahan kelak tidak akan berjalan mulus tapi mengalami banyak hambatan.

Sedangkan dari sisi kemandiriannya, wanita percaya bahwa dengan tetap sendiri, dia masih bisa menyediakan waktu untuk dirinya sendiri. Pada hakekatnya, wanita yang telah mandiri, merasa tidak perlu mendapat izin pasangan untuk melakukan apapun yang dia sukai. Wanita yang seperti ini hanya akan berkompromi terhadap dirinya sendiri.

Di negara timur seperti Indonesia pemikiran seperti itu memang masih cukup tabu, apalagi kalau wanita diatas usia 30 tahun belum menikah. Ini sangat berbeda dengan luar negeri, disana wanita hidup sendiri hingga usia 40-50 tahun tidak menjadi masalah. Sampai dia merasa betul-betul siap menikah.

Selain faktor karir dan kemandirian,  faktor perselingkuhan dan tidak ada cinta juga turut menjadi alasan wanita enggan menikah. Wanita yang mengetahui bahwa calon suaminya telah melakukan perselingkuhan tapi kemudian tetap dimaafkan, merasa berat untuk meniti kehidupan rumah tangga bersama.

Jika pernikahan memang ingin dilanjutkan, harus ada pembicaraan serius dari hati ke hati terlebih dahulu untuk memastikan perselingkuhan tidak akan merusak komitmen pernikahan nanti.

Sebagian besar wanita merasakan tekanan yang begitu besar untuk menikah. Akan tetapi apabila dia memang tidak mencintai calon suaminya, pernikahan seharusnya tidak boleh dilangsungkan. Sayangnya banyak sebagian wanita yang memutuskan menikah meski tanpa ada cinta.

Bagi para wanita, keputusan menikah atau tidak ada tangan Anda masing-masing. Anda layak mendapatkan kebahagiaan dan itu bisa dicapai dengan berbagai cara? Silahkan berpikir!

Berikut ini 7 Alasan Mengapa Wanita Enggan Menikah, seperti dirangkum Buzzle dan Life Script.


1. Tidak Percaya dengan Pria
Kebanyakan alasan terkait dengan emansipasi wanita. Hal itu karena wanita belum disajajarkan dengan pria, kaum hawa masih sering dianggap lemah. Terbukti dari kekerasan terhadap wanita yang masih sering terjadi di masyarakat, begitupula dengan kekerasan rumah tangga seperti telah menjadi hal umum. Mungkin ketidakpercayaan kepada pria itulah yang membuat wanita takut akan bernasib sama dengan wanita lainnya yang mengalami kekerasan.



2. Trauma
Trauma di masa lalu juga bisa menjadi penyebab Anda takut akan pernikahan. Kehidupan rumah tangga orangtua yang gagal, sering disakiti pria atau diselingkuhi membuat wanita tidak berani untuk berumah tangga.


3. Terlalu Mandiri
Struktur sosial telah berubah, kini banyak wanita yang mengenyam pendidikan tinggi dan bekerja di perusahaan bergengsi dengan gaji yang di atas rata-rata. Mereka tidak ingin bergantung dengan pria. Kemandirian wanita tersebut, membuatnya tidak lagi membutuhkan 'teman hidup'. Alasan lainnya karena wanita terlalu mencintai pekerjaannya, ia ingin berdedikasi tinggi pada pekerjaan dan terus menggapai karirnya, sehingga pernikahan bukanlah tujuan hidupnya.



4. Dikelilingin dengan Wanita Single
Lingkungan juga berpengaruh dalam keputuan untuk menikah. Ketika Anda memiliki ibu, kakak atau teman yang single dan mereka menikmati hidupnya, maka Anda dapat merasakan hal yang sama, apalagi mereka selalu ada untuk Anda dan bisa saling berbagi. Sehingga, pernikahan tidak lagi penting untuk Anda.


5. Takut Gagal
Takut akan kegagalan karena kurang memiliki ketrampilan relasional, seperti kesabaran, toleransi dan pengorbanan diri dapat berpengaruh pada kesiapan menikah. Anda merasa tidak siap menjalin hubungan serius karena takut tidak bisa membahagiakan pasangan, yang dapat mengagalkan rumah tangga.


6. Berpikir Jika Pernikahan Dapat Merusak Keromantisan
Mungkin Anda melihat orang-orang yang telah menikah tidak lagi semesra dulu, sehingga Anda percaya bahwa pernikahan hanya dapat memudarkan keromantisan pasangan. Ketika Anda telah merasa nyaman dan puas dengan hubungan pacaran saat ini, maka pernikahan bukan hal spesial bagi Anda.


7. Belum Yakin Dengan Si Dia
Alasan lainnya yang membuat Anda menunda-nunda pernikahan adalah Anda belum yakin dengan kekasih Anda. Padahal Anda telah menjalin hubungan yang cukup lama. Solusinya adalah membicarakan kepada kekasih apa alasan yang membuat Anda belum yakin terhadapnya.

Demikian 7 Alasan Mengapa Wanita Enggan Menikah yang di kutip dari beberapa sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar